Awas Jebakan! Cara Menghindari Pembengkakan Biaya Saat Proses Akad KPR
08 December 2025 by Marcomm Loan Market

Jangan sampai dana akad KPR membengkak! Pelajari 7 pos biaya yang sering jadi jebakan, dari provisi bank hingga notaris. Temukan trik negosiasi dan simulasi biaya KPR yang akurat di sini.
Anda sudah melewati masa-masa sulit mencari rumah, mengajukan KPR, dan akhirnya dinyatakan lolos.Uang Muka (DP) sudah dibayarkan, dan Anda tinggal selangkah lagi menuju tanda tangan kontrak di meja akad.
Namun, banyak calon pemilik rumah yang terkejut karena biaya yang harus disiapkan saat proses akad ternyata membengkak jauh melampaui perkiraan awal. Biaya yang biasanya disebut "biaya akad" atau "biaya pra-akad" ini meliputi provisi, asuransi, dan honorarium notaris, yang jika diakumulasikan bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Jangan sampai impian Anda memiliki rumah ternoda oleh kerugian finansial yang tidak perlu. Artikel ini akan membongkar 7 pos biaya yang paling sering menjadi jebakan serta taktik jitu untuk mengatasinya.
7 Pos Biaya Akad KPR yang Paling Sering Jadi "Jebakan"
- Biaya Provisi Bank
Persentase tetap (misalnya 1%), namun nilai rupiahnya besar dan sering terlupakan saat menghitung total biaya.
- Biaya Asuransi (Jiwa & Kerugian)
Biaya yang dibayar sekaligus di awal. Jika tenor kredit panjang, premi ini bisa melonjak drastis.
- Biaya Notaris/PPAT
Tarif jasa notaris bisa bervariasi. Jika Anda tidak bernegosiasi, biaya ini bisa melebihi standar wajar.
- BPHTB (Pajak Pembeli)
Kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ditetapkan pemerintah di menit akhir bisa menaikkan biaya BPHTB Anda.
- Biaya Pengecekan Sertifikat
Biaya tambahan tak terduga jika ditemukan masalah legalitas minor pada sertifikat properti.
- Biaya Appraisal/Penilaian
Jika hasil penilaian bank jauh di bawah harga jual, Anda harus menambah kekurangan DP, atau biaya appraisal bisa hangus.
- Biaya Administrasi & Materai
Kumpulan biaya kecil-kecil yang jika ditotal bisa mencapai jutaan rupiah tanpa disadari.
Tips Menghindari Pembengkakan Biaya Akad
Kunci utama untuk menghindari jebakan adalah proaktif dan meminta transparansi penuh sejak awal pengajuan.
- Ajukan Pemintaan Simulasi Biaya Tertulis dan Rinci
Jika Anda sudah menerima SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit), segera minta rincian biaya pra-akad/akad secara tertulis dan detail.
Pastikan rincian tersebut mencantumkan persentase dan nilai rupiah untuk setiap pos biaya (provisi, asuransi, notaris). Rincian tertulis ini akan menjadi dasar hukum Anda untuk memastikan tidak ada perubahan angka di hari-H akad.
2. Negosiasi Tarif Honorarium Notaris
Banyak orang tidak tahu bahwa honorarium notaris/PPAT, terutama untuk pengurusan Akta Jual Beli (AJB) dan Pengikatan Hak Tanggungan (APHT), dapat dinegosiasikan.
3. Pilihan Skema Pembayaran Asuransi
Asuransi Jiwa dan Asuransi Kerugian adalah komponen wajib KPR. Kenaikan biayanya sering kali dipicu oleh pembayaran premi yang sekaligus (dibayar di muka untuk seluruh tenor kredit). Memilih skema pembayaran yang lebih ringan dapat mengurangi beban dana di awal akad secara signifikan.
4. Selalu Siapkan Dana Darurat (Buffer) 5 –10%
Meskipun Anda sudah memegang rincian tertulis, kenaikan biaya karena faktor eksternal (misalnya kenaikan NJOP yang memengaruhi BPHTB) masih mungkin terjadi.
Alokasikan 5% hingga 10% dari total estimasi biaya akad sebagai dana darurat. Dana ini berfungsi sebagai buffer untuk menutup kekurangan yang mungkin muncul di menit terakhir tanpa harus mencari pinjaman mendadak.
5. Pastikan Akad KPR Sesuai Jadwal
Penundaan akad KPR bisa menyebabkan biaya membengkak karena beberapa hal:
- Perubahan Suku Bunga
Suku bunga kredit bisa naik jika akad ditunda melebihi batas waktu yang ditetapkan bank.
- Penyesuaian Biaya
Bank mungkin menyesuaikan biaya provisi atau asuransi jika terjadi penundaan.
Konsultasikan Kebutuhan KPR Anda Bersama Loan Market!✨
Membeli rumah adalah investasi besar, dan proses akad KPR adalah gerbang utamanya. Jangan jadikan momen ini sebagai sumber kejutan finansial yang pahit.
Kunci suksesnya adalah Proaktif dan Teliti. Tanyakan, negosiasikan, dan verifikasi setiap angka yang disajikan bank maupun notaris. Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa melangkah ke meja akad dengan penuh percaya diri dan menghindari pembengkakan biaya yang tidak perlu.
Jika Anda masih ragu soal biaya yang harus di persiapkan untuk akad, konsultasikan dengan Loan Market.
Loan Advisers kami akan membantu proses KPR Anda menjadi lebih mudah hingga di approve oleh bank terpercaya.
Mari konsultasi sekarang!
Written By: Jasmine Cahya (Intern Marcomm Loan Market Indonesia)
Editor By: Rizka Amelia (Marcomm Supervisor Loan Market Indonesia)
Terpopuler

Renovasi Rumah Subsidi: Biaya, Aturan, dan Tips Praktis
Pelajari cara renovasi rumah subsidi dengan benar. Temukan i...

Ingin Kredit Disetujui? Pastikan BI Checking Anda Bersih!
Ajukan kredit lebih mudah dengan BI Checking yang bersih. Pe...

Mau Akad Kredit? Pastikan Anda Sudah Punya SP3K!
SP3K adalah syarat penting sebelum akad kredit. Ketahui fung...

Plafon KPR: Istilah Penting yang Bisa Tentukan Rumah Impian Anda!
Plafon KPR adalah batas pinjaman yang menentukan besarnya kr...

Update Terbaru! BI Resmi Turunkan Suku Bunga, Ini Dampaknya
Bank Indonesia resmi menurunkan suku bunga acuan. Kebijakan ...
Hitung Simulasi KPR Anda
Pendapatan bulanan
Usia
Lama Pinjaman (Tahun)
Jumlah cicilan saat ini yang dibayarkan setiap bulan
Suku Bunga Acuan
Suku Bunga Fix (%)
Masa Tahun Fix (Tahun)
Suku Bunga Floating 8 %
Hasil
Maksimal Limit Plafond
Rp 0
Bunga Fixed
3 %
Tenor
15 Tahun
Masa Fixed
5 Tahun
Angsuran selama masa fixed bunga 0 % selama Bulan 0
:
/Bulan
Angsuran selama masa fixed bunga 0 % selama Bulan 0
:
/Bulan
Jangka Waktu Angsuran
:
180 Bulan
Loading...
Catatan: Perhitungan ini adalah hasil perkiraaan aplikasi KPR secara umum. Data perhitungan di atas dapat berbeda dengan perhitungan bank. Untuk perhitungan yang akurat, silahkan hubungi bank penyedia pinjaman KPR.