Langkah Mudah Mengelola Keuangan di Usia Muda, Cobain Yuk!

11 March 2024 By Marcomm Loan Market
Langkah Mudah Mengelola Keuangan di Usia Muda, Cobain Yuk!

Anak muda sering kali tergoda untuk membeli barang-barang konsumtif yang memberikan kepuasan instan, tanpa mempertimbangkan nilai jangka panjang atau dampak finansialnya di masa depan. Hal ini terutama terjadi pada anak muda yang baru memasuki dunia kerja dan belum memiliki pengalaman dalam mengatur keuangan.

Mengelola keuangan di usia muda adalah langkah penting untuk membangun pondasi keuangan yang kokoh dan mencapai tujuan finansial di masa depan. Dengan mengatur uang secara bijaksana, kita dapat menghindari jebakan utang yang berlebihan dan mulai menabung untuk tujuan jangka panjang seperti pendidikan, kepemilikan rumah, memulai bisnis, atau tujuan lainnya. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mengelola keuangan bagi anak muda? Simak penjelasan berikut ini.

  1. Kurangi Ngopi Kekinian
    Keberadaan kafe atau kedai kopi terus bermunculan di berbagai kota untuk memenuhi pasar kelompok dominan, yakni anak muda. Kafe atau kedai kopi sering kali menjadi tempat yang nyaman dan santai untuk bertemu dan bersosialisasi dengan teman-teman atau rekan kerja. Nah, bagi mereka yang memiliki gaya hidup sibuk penuh dengan aktivitas, minum kopi dapat memberikan dorongan energi untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Rata-rata anak muda harus merogoh kocek hingga Rp 25 ribu untuk membeli segelas kopi yang biasanya dikonsumsi bisa lebih dari satu kali dalam sehari. Jika ditotal rata-rata pengeluaran untuk minum kopi mencapai Rp 200 ribu per pekan untuk mengkonsumsi kopi. Tak heran, pengeluarannya berbelanja kopi berkisar 5-6 persen dari pendapatannya per bulan.
    Alih-alih membeli kopi di luar, bawa bekal kopi dari rumah. Anda dapat menyeduh kopi sendiri di rumah dan membawanya dalam termos atau botol khusus untuk minum di perjalanan atau di tempat kerja. Jika Anda memutuskan untuk membeli kopi di luar, pilihlah tempat-tempat yang menawarkan kopi dengan harga yang lebih terjangkau.
  2. Kurangi Rokok atau Vape
    Mengurangi konsumsi rokok atau vape dapat membantu seseorang menjadi lebih hemat dalam beberapa aspek. Merokok atau menggunakan vape merupakan kebiasaan yang memerlukan pengeluaran finansial yang signifikan. Harga rokok dan liquid vape terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga menghentikan kebiasaan ini dapat menghemat uang secara signifikan dalam jangka panjang. Selain biaya langsung untuk membeli rokok atau vape, ada juga pengeluaran tambahan untuk kelengkapan lainnya. Dengan mengurangi atau menghentikan kebiasaan ini, seseorang dapat menghemat uang yang seharusnya digunakan untuk pengeluaran. Berhenti konsumsi rokok atau vape dapat mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan merokok atau vaping, seperti penyakit jantung, paru-paru, kanker, dan gangguan pernapasan.
  3. Terapkan Kebiasaan Walk to Office
    Dalam era modern yang penuh dengan kemacetan lalu lintas dan tantangan mobilitas, menerapkan kebiasaan "Walk to Office" atau berjalan kaki menuju kantor dapat menjadi pilihan yang cerdas dan bermanfaat. Terapkan kebiasaan ini jika perjalanan ke kantor masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau lokasi kantor yang terjangkau dari pemberhentian transportasi umum. Dengan berjalan kaki, Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya naik ojek atau taxi online. Selain aspek keuangan, berjalan menuju kantor juga memberikan manfaat kesehatan. Aktivitas fisik ini tidak hanya meningkatkan kebugaran dan kesehatan jantung, tetapi juga dapat meningkatkan energi dan konsentrasi, meningkatkan produktivitas di tempat kerja.
  4. Bawa Bekal dari Rumah
    Salah satu alasan utama mengapa membawa bekal dari rumah lebih hemat adalah karena dapat mengurangi pengeluaran harian Anda. Makanan di restoran, kafe, atau warung makan sering kali lebih mahal daripada memasak makanan sendiri di rumah. Dengan membawa bekal, Anda dapat mengontrol dan mengurangi pengeluaran untuk makanan di luar. Ketika Anda makan di luar, Anda mungkin tergoda untuk memesan makanan tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan, seperti minuman ringan, camilan, atau hidangan penutup. Hal ini dapat membuat tagihan makan Anda semakin tinggi. Namun, dengan membawa bekal dari rumah, Anda dapat menghindari godaan ini dan tetap fokus pada makanan yang sehat dan ekonomis. Jadi, yuk mulai bawa bekal dari sekarang!
  5. Jangan Mudah Tergoda Paylater
    Risiko utama dari fasilitas paylater adalah potensi untuk memperburuk utang. Ketika kita membeli barang dengan fasilitas ini, kita sebenarnya meminjam uang dari penyedia layanan paylater. Jika tidak hati-hati, kita bisa terjebak dalam siklus utang yang sulit untuk keluar, terutama jika kita tergoda untuk terus menggunakan fasilitas ini tanpa mempertimbangkan kemampuan kita untuk membayar kembali utang. Meskipun fasilitas paylater sering kali menawarkan tanpa bunga jika pembayaran dilakukan tepat waktu, namun jika pembayaran terlambat atau hanya membayar sebagian, biasanya akan dikenakan biaya dan bunga yang tinggi. Beli sekarang, bayar nanti justru membuat orang cenderung untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak.

 

Dengan hadirnya Loan Market, kini permasalahan keuangan Anda dapat teratasi dengan aman dan terpercaya. Loan Market sebagai financial aggregator pertama di Indonesia menyediakan jasa konsultasi mengenai pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR), refinancing, kredit multiguna, dan fasilitas pinjaman lainnya. Loan Market menawarkan jaringan eksklusif dengan berbagai partner baik dari perbankan, multifinance, fintech, dan koperasi untuk memudahkan masyarakat dalam menemukan skema pinjaman yang tepat. Loan Market sudah tercatat di OJK sejak 2019 berkomitmen untuk terus menyediakan informasi yang akurat, membandingkan penawaran dari 29 lembaga keuangan terpercaya, menyediakan layanan konsultasi untuk membantu membuat keputusan finansial yang tepat.  

 

Written by: Mela Oktafiani
Intern Marcomm Loan Market & Ray White PPC
Editor : Veronica Winata (Marcomm Loan Market & Ray White PPC)
Approved by : Theresia S. Tamba (SPV Marcomm Loan Market & Ray White PPC)