Jangan Sampai KPR-mu Ditolak! Ini Ciri-Ciri & Cara Mengatasinya
26 August 2025 by Marcomm

Pelajari ciri-ciri KPR yang berpotensi ditolak bank, penyebabnya, dan cara mengatasinya agar proses pengajuan rumah berjalan lancar dan sesuai rencana.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah fasilitas pinjaman dari bank yang memungkinkan nasabah membeli rumah, apartemen, atau properti lain dengan sistem cicilan dalam jangka waktu tertentu. KPR menjadi solusi populer karena tidak semua orang mampu membeli rumah secara tunai, sehingga cicilan bulanan dianggap lebih realistis untuk mewujudkan hunian impian.
Namun, tidak semua pengajuan KPR dapat disetujui oleh bank. Dalam beberapa kasus, pengajuan justru akan ditolak karena adanya faktor-faktor tertentu.
Oleh karena itu, agar lebih siap, yuk kenali ciri-ciri KPR yang berpotensi ditolak serta cara mengatasinya!
Ciri-Ciri KPR Ditolak Bank
1. Proses Verifikasi Berlarut - Larut
Jika pihak bank membutuhkan waktu jauh lebih lama dari biasanya untuk memverifikasi data tanpa kejelasan status nya, ini bisa menjadi tanda ada masalah dalam pengajuan.
2. Tidak Dihubungi Oleh Pihak Bank
Setelah pengajuan kredit dan dokumen lengkap diserahkan, bank akan melakukan verifikasi kelayakan selama 14–30 hari. Biasanya, bank menghubungi melalui telepon atau email resmi. Jika dalam periode tersebut tidak ada kabar, kemungkinan besar pengajuan tidak disetujui.
3. Diminta Dokumen Tambahan Berkali-Kali
Pihak bank akan meminta dokumen tambahan bila ada yang kurang atau tidak jelas. Namun, jika permintaan ini terus berulang, biasanya ada keraguan terhadap kelayakan pengajuan KPR.
4. Nilai Appraisal yang Tidak Sesuai
Apabila nilai rumah yang dinilai bank lebih rendah dari harga jual, pengajuan KPR berisiko ditolak karena dianggap tidak sebanding dengan jaminan yang diberikan.
5. Masalah pada Riwayat Kredit (SLIK/BI Checking)
Jika adanya faktor tunggakan cicilan, keterlambatan pembayaran, atau catatan pinjaman bermasalah akan mempengaruhi keputusan bank. Ini merupakan salah satu alasan paling umum KPR ditolak.
Penyebab Umum KPR Ditolak
Berikut adalah penyebab dari KPR yang ditolak:
- Dokumen Tidak Lengkap atau Bermasalah
Pada umumnya, alasan KPR ditolak adalah karena dokumen yang diajukan tidak lengkap atau ada masalah di dalamnya. Bank sangat ketat dalam memverifikasi dokumen, karena dari situlah mereka menilai identitas, penghasilan, serta kelayakan calon debitur. Maka dari itu, berikut contoh kasus yang sering terjadi:
- Fotokopi KTP buram atau tidak sesuai dengan data lain.
- Slip gaji tidak jelas atau tidak asli.
- NPWP dan SPT Tahunan tidak tersedia.
- Surat keterangan kerja tidak valid atau sudah kedaluwarsa.
- Dokumen properti (sertifikat tanah/IMB) masih bermasalah atau belum atas nama pemilik yang sah.
- Usia Tidak Sesuai
Jika calon debitur sudah mendekati usia pensiun namun mengajukan tenor panjang, bank akan ragu menyetujui. Alasannya, setelah pensiun penghasilan biasanya berkurang sehingga dikhawatirkan kemampuan membayar cicilan tidak stabil.
- Kurang Komunikatif dengan Bank
Kurangnya komunikasi dengan bank juga bisa jadi alasan pengajuan KPR ditolak. Contohnya, ketika pihak bank meminta data tambahan atau melakukan verifikasi, calon debitur tidak merespons dengan cepat atau bahkan terkesan menghindar.
Cara Mengatasi dan Meningkatkan Peluang KPR Disetujui
1. Perbaiki Riwayat Kredit
Pastikan riwayat kredit Anda bersih dengan tidak memiliki tunggakan pinjaman sebelumnya. Selalu bayar cicilan tepat waktu karena hal ini akan menunjukkan ke bank bahwa anda disiplin dan bisa dipercaya.
2. Jaga Rasio Hutang
Usahakan total cicilan bulanan tidak lebih dari 35% penghasilan. Rasio yang sehat membuat bank yakin kalau keuangan Anda masih aman dan tidak terbebani hutang berlebihan.
3. Siapkan DP Lebih Besar
Memberikan uang muka lebih besar dari harga properti akan meningkatkan peluang persetujuan. Dengan begitu, jumlah pinjaman jadi lebih kecil dan pihak bank akan melihat Anda serius secara finansial.
4. Rapikan Dokumen dan Administrasi
Pastikan semua data pribadi secara konsisten dan sesuai, seperti KTP, slip gaji, hingga NPWP. Dokumen yang rapi akan mempercepat proses verifikasi dari bank.
5. Pilih Properti yang "Bankable"
Anda perlu memilih properti dengan sertifikat lengkap, legalitas jelas, dan harga sesuai appraisal bank. Hal ini penting karena bank juga menilai keamanan aset yang dijadikan jaminan.
Kesimpulan
Mengajukan KPR memang perlu persiapan yang matang. Bank akan menilai banyak faktor sebelum memberikan persetujuan, sehingga calon debitur harus bisa menunjukkan kemampuan finansial dan kelengkapan administrasi yang meyakinkan. Dengan persiapan yang baik, peluang pengajuan KPR untuk disetujui tentu akan jauh lebih besar.
Agar lebih yakin dan tidak salah langkah, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan Loan Market. Melalui bantuan Loan Advisers yang berpengalaman, Anda akan mendapatkan arahan dan strategi terbaik agar pengajuan KPR lebih lancar dan terhindar dari risiko penolakan.
Written by: Jasmine Cahya (Intern Marcomm Loan Market & Ray White Indonesia)
Editor by: Rizka Amelia (Marketing Communications Supervisor of Loan Market)
Terpopuler

Selamat Hari Buruh Internasional 2025: Membangun Masa Depan yang Lebih Inklusif melalui Akses Keuangan yang Setara
Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internas...

Cash vs KPR: Pilih Mana untuk Beli Properti?
Bermimpi punya rumah sendiri? Selamat, itu langkah besar! Ta...

Cicilan KPR Melambung? Ini Yang Harus Kamu Lakukan
Cicilan KPR tiba-tiba membengkak? Jangan panik. Temukan lang...

KPR Bunga Floating: Apa Itu dan Bagaimana Dampaknya pada Pembayaran Anda?
Mengenal lebih dalam tentang KPR bunga floating dan bagaiman...

Kredit Modal Kerja: Dorong Pertumbuhan Bisnis Anda dengan Modal yang Tepat!
Dalam dunia bisnis yang dinamis dan penuh tantangan, menjaga...
Hitung Simulasi KPR Anda
Pendapatan bulanan
Usia
Lama Pinjaman (Tahun)
Jumlah cicilan saat ini yang dibayarkan setiap bulan
Suku Bunga Acuan
Suku Bunga Fix (%)
Masa Tahun Fix (Tahun)
Suku Bunga Floating 8 %
Hasil
Maksimal Limit Plafond
Rp 0
Bunga Fixed
3 %
Tenor
15 Tahun
Masa Fixed
5 Tahun
Angsuran selama masa fixed bunga 0 % selama Bulan 0
:
/Bulan
Angsuran selama masa fixed bunga 0 % selama Bulan 0
:
/Bulan
Jangka Waktu Angsuran
:
180 Bulan
Loading...
Catatan: Perhitungan ini adalah hasil perkiraaan aplikasi KPR secara umum. Data perhitungan di atas dapat berbeda dengan perhitungan bank. Untuk perhitungan yang akurat, silahkan hubungi bank penyedia pinjaman KPR.